Bicara kepercayaan, setiap orang memaknai dan
mendefinisikan kepercayaan berbeda-beda. Secara pribadi, definisi
kepercayaan adalah adalah keyakinan bahwa orang lain tempat
kita bergantung akan memenuhi harapan-harapan kita.
Adalagi
yang berpendapat bahwa kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk
bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya.
Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi
seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu
keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari
orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang
dipercayai (Moorman, 1993).
…Lain
lagi menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah
psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya
berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain.
Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai kesediaan satu pihak untuk
menerima resiko dari tindakan pihak lain berdasarkan harapan bahwa pihak
lain akan melakukan tindakan penting untuk pihak yang mempercayainya,
terlepas dari kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan tindakan pihak
yang dipercaya (Mayer et al, 1995).
Dalam
dunia bisnis maupun dalam hidup bermasyarakat dalam berinteraksi
kepercayaan adalah sesuatu hal yang sangat mahal nilainya dan untuk
mendapatkannya pun perlu perjuangan apalagi mempertahankan yang namanya
kepercayaan.
Ketika
seseorang dipercaya di lingkungan kerja, di dunia bisnis maupun di
lingkungan masyarakat, maka banyak hal akan berjalan dengan baik dan
mudah, namun sebaliknya ketika rasa percaya itu hilang maka secara
perlahan kesulitan akan hadir. Seorang
pengusaha misalnya, ketika rekan bisnisnya tak lagi menaruh
kepercayaan, maka satu persatu rekan atau kolega bisnisnya akan
meninggalkannya, demikian pula dalam sebuah persahabatan.
Begitu demikian luhurnya arti sebuah kepercayaan, sehingga butuh waktu untuk membangun dan mempertahankannya Kepercayaan
tidak datang dengan tiba-tiba, dia harus dibangun, dan dipertahankan
untuk selama-lamanya. Ada beberapa orang yang bisa membangun tetapi
kurang pandai dalam mempertahankan. Elemen-elemen atau faktor apa
sajakah yang harus diperhatikan dalam membangun dan mempertahankan sebuah kepercayaan.
Tiga elemen atau faktor penting yang perlu dilakukan untuk membangun serta mempertahankan kepercayaan, diantaranya adalah :
1. Kredibilitas
Mengapa kredibilitas…? Karena kredibilitas merupakan hal sangat
penting untuk diperhatikan. Semakin bagus kualitas dan kapabilitas
seseorang, atau bisnis yang sesuai dengan bidangnya akan semakin
kredibel dimata konsumen.
Untuk
mewujudkan kredibilitas seseorang pun perlu waktu yang tidak singkat
dan butuh proses mengenal diri kita. Mungkin hal ini tidak sejalan
dengan ungkapan “Jangan melihat buku dari sampulnya atau jangan menilai
orang dari penampilannya” tetapi dalam hal bisnis kesan pertama sangat
membangun kredibilitas dan kepercayaan konsumen. Penampilan
saja memang tidak cukup untuk menilai atau mengukur kredibilitas
seseorang. Karena lamanya waktu yang dibutuhkan itulah maka disini
perananan kredibilitas menjadi menjadi learning poin.
2. Kedekatan
Kedekatan
merupakan faktor kedua yang sangat penting dalam membangun kepercayaan,
seseorang memiliki kredibilitas tetapi tidak punya kedekatan dan tidak
mampu untuk berkomunikasi dengan baik, maka kepercayaan pun sulit di
wujudkan. Contoh kecil misalnya, kita sedang butuh seorang guru les matematika untuk adik kita, lalu kita diperkenalkan dengan seorang guru les matematika yang
memiliki kredibilitas. Kemudian kita pun berusaha untuk menghubungi dia
via ponsel tetapi tak pernah ada jawaban, sementara waktu semakin
bergulir dan semakin dekat. Dengan
awal yang sulit seperti itu akankah kita bisa percaya kepada seorang
guru les yang direkomendasikan teman kita…? Lalu bagaimana misalnya dia
akan memberikan kita kepercayaan atas progress pelajaran
yang telah diberikan. Disinilah arti pentingnya sebuah kedekatan.
Kredibilitas akan menjadi sangat tidak berarti jika tidak di imbangi
dengan kedekatan.
3. Reliabilitas atau keandalan
Reliabilitas
merupakan pembuktian apakah seseorang bisa memenuhi hal-hal yang
diharapkan oleh relasi, sahabat atau orang sekitar. Atau apakah penjual
bisa memenuhi hal-hal yang diharapkan dari para konsumennya. Dari ketiga
elemen, reliabilitas ini faktor yang terpenting dalam membangun apalagi
mempertahankan kepercayaan.
Kita bisa saja salah menilai orang dalam kredibilitas dan kedekatan karena hanya berdasar pada penilaian sesaat, tapi kita tidak akan salah menilai orang berdasarkan reliabilitas atau
kehandalannya.Kelemahan dari reliabilitas ini butuh proses dan waktu
untuk menampakkan diri, sedangkan kita dalam menilai seseorang terkadang
memerlukan waktu yang cepat.
Untuk
membuktikan reliabel atau tidaknya seseorang kita perlu membuktikan
janji, atau dalam bisnis apa yang disampaikan pada kesepakatan apakah
terbukti atau tidak. Oleh karena itu, dalam bisnis ada hal-hal yang bisa
diperhitungkan yang kemudian perhitungan itu mendasari pada keputusan
yang akan diambil. Perhitungan bisa berupa target bisnis atau progress
yang akan dilalui atau adanya indikator kemajuan atau kemunduran bisnis.
Dalam berbisnis, bersahabat maupun dalam lingkungan masyarakat, kepercayaan bisa jadi sebagai modal utama. Apapun bisnisnya, siapapun sahabat kita pasti membutuhkan yang namanya kepercayaan. Karena
sekali saja kita kehilangan keperayaan maka untuk mendapatkannya
kembali butuh waktu yang sangat lama dan tidak mudah. Sesuai dengan
tulisan yang ada di atas ini, arti dari kepercayaan itu adalah kemauan
seseorang atau sekelompok orang untuk mau memberi keyakinan pada
seseorang yang ditujunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar